HaloTubanDirektori Tuban

Artikel · Hikmah

Tanpa Sadar, Kamu Sedang Menjadi Orang yang Kamu Benci

Terkadang, kita begitu sibuk membenci perilaku seseorang hingga tidak menyadari bahwa kita mulai melakukan hal yang sama. Dalam psikologi, fenomena ini dapat berkaitan dengan proyeksi defensif dan mekanisme pertahanan diri.

sentono
Tanpa Sadar, Kamu Sedang Menjadi Orang yang Kamu Benci

Dunia ini sudah cukup menyakitkan Jangan jadi penyebab luka tambahan orang lain-nanti kamu yang nyesel.

"Kalau dia nggak berulah, ya saya nggak akan begini!"

Saat kamu bilang "Aku gini karena dia duluan", kamu sebenarnya lagi menyerahkan takhta atas dirimu ke orang yang kamu benci. ▪︎ Si pemicu berulah? Kamu langsung ngamuk. ▪︎ Si pemicu bersikap jahat? Kamu ikut-ikutan jadi jahat. ▪︎ Si pemicu bersikap murah? Harga dirimu ikut turun ke level mereka.

Kamu sadar nggak? Kamu lagi membiarkan orang yang paling kamu benci mendikte siapa dirimu hari ini.

Dalam psikologi, ini disebut Defensive Projection. Kamu menyakiti, menyerang, atau berkata pedas-lalu berlindung di balik alasan "Aku kan cuma ngerespon ulah dia!"

Padahal, itu cuma topeng buat menutupi ketidakmampuanmu mengendalikan emosi sendiri - lantas harus gimna, coba pelajari ilmu Peta Dominasi Emosi (Thomas-Kilmann Model)] kamu akan nemu jawabanya.

Dan celakanya, kita sering gak tahu: ▪︎ Mungkin yang kamu bentak pagi ini, sedang kehilangan arah hidup. ▪︎ Mungkin yang kamu ejek tadi, sedang baru bangkit dari cemas. ▪︎ Mungkin yang kamu hina hari ini, sedang mencoba bertahan supaya tidak mengakhiri hidupnya malam ini.

Cuma ngomong doang kok." ▪︎ Ya. Cuma ngomong. Tapi itu cukup untuk membunuh semangat seseorang seharian.

Aku ini emang blak-blakan." "Aku ini cuma jujur." "Aku tuh pedes, tapi niatku baik." jangan lagi berlindung dari statmenen ini

Tapi sayangnya, dalam psikologi klinis, itu disebut sebagai defensive projection. Kamu menyakiti, lalu menyamar sebagai orang jujur. Padahal... itu bisa jadi tanda kerusakan empati, bahkan narcissistic traits yang kamu anggap "cuma karakter." ini menunjukan kamu sedang sakit

Jangan bilang kamu tegas, kalau caramu tak tahu tata krama. Tegas itu asertif, bukan agresif.

Orang yang sehat mentalnya, tidak menjatuhkan orang lain hanya karena bisa.

Dalam Islam, ini lebih mengerikan. Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang dirasa biasa, tapi dengan itu ia tergelincir ke neraka sejauh antara timur dan barat." (HR. Bukhari)

Mulutmu kecil. Tapi kalau menyakiti, langit pun mencatat. Kamu mungkin lupa kata-katamu. Tapi orang yang kamu hancurkan, mengingatnya selamanya.

Jadi sebelum bangga jadi "pedas" dan "blak-blakan"-Tanya dulu: Apakah kata-katamu mendidik, atau cuma melampiaskan dendammu yang belum sembuh?

Kamu bisa jadi orang tegas tanpa harus jadi kejam. Kamu bisa bicara jujur tanpa harus mencabik harga diri orang.

Karena pada akhirnya, bukan hanya yang kamu hina yang akan hancur. Tapi kamu akan menyesal. Saat hidupmu mendadak sepi. Saat pintu rezekimu sulit dibuka. Saat semua hubunganmu hancur perlahan. Dan kamu bertanya,

"Kenapa hidupku begini?" Padahal jawabannya cuma satu: Kamu pernah merusak hidup orang lewat lidahmu.

Mulailah berkata dengan kasih. Karena dunia ini sudah cukup menyakitkan

Jangan jadi penyebab luka tambahan bagi siapa pun yang sedang berjuang. #JagaLisan #KendalikanEmosi #AdabDalamBicara #MuhasabahDiri #TadabburQuran *DailyGrowth *SutrisnoGinoga✍️ https://www.tiktok.com/@risno_ginoga

Baca juga

Lihat Semua