HaloTubanDirektori Tuban

Berita · Info Kota

Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA, Soroti Data Antarsistem Belum Sinkron

Dinkes P2KB Tuban menggelar monev Program KIA Triwulan III 2026 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta data lintas sistem.

JavaKec. Tuban
Monitoring dan evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak Triwulan III 2026 di Aula Aster Dinkes P2KB Kabupaten Tuban

Fokus pada Keselamatan Ibu dan Bayi

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban menggelar monitoring dan evaluasi Program Kesehatan Ibu dan Anak Triwulan III 2026 di Aula Aster, Jalan Brawijaya Nomor 3, Selasa (27/10). Kegiatan ini menaruh perhatian besar pada upaya menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di wilayah kabupaten.

Narasumber yang dihadirkan adalah dr. Andy Sugiharto Wonodiharjo, Sp.OG. Selain membahas dua indikator kematian tersebut, forum menilai mutu pelayanan Antenatal Care dan mengevaluasi pemakaian Aplikasi IBUNA yang dipakai tenaga kesehatan dalam pendataan ibu hamil.

Dikutip dari laporan Pemerintah Kabupaten Tuban, pertemuan dibuka dengan pengarahan Rani Yunitasari, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kesehatan Fasilitas dan Nakes, yang mewakili Pelaksana Tugas Kepala Dinkes P2KB Tuban, drg. Roikan. Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa hasil evaluasi menjadi dasar menilai jalannya program sekaligus menentukan perbaikan layanan.

"Evaluasi ini menjadi tolak ukur keberhasilan sekaligus dasar pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan," demikian penegasan dalam pointer evaluasi kegiatan tersebut.

Ketika Data Antarsistem Belum Sepakat

Persoalan yang menyita perhatian forum adalah perbedaan angka di sejumlah sistem pelaporan. Data ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita tercatat melalui SPM, IBUNA, SATA, SIGIZI, SBBL/Swalab, serta LB3/PWS. Karena sumbernya berbeda, angkanya belum selalu seragam.

Perbedaan itu bukan perkara administratif semata. Bila data tidak sinkron, evaluasi program bisa memberi gambaran yang keliru tentang capaian di lapangan, misalnya jumlah kunjungan pemeriksaan kehamilan atau cakupan penimbangan balita. Karena itu, validasi berkala dinilai perlu agar bahan evaluasi lengkap dan sesuai kenyataan.

Tiga Puluh Lima Peserta dari Seluruh Puskesmas

Pertemuan diikuti 35 peserta. Mereka terdiri dari penanggung jawab program KIA di 33 puskesmas se-Kabupaten Tuban, perwakilan Klinik Arofah Pratama Semanding, pengurus Ikatan Bidan Indonesia Cabang Tuban, serta jajaran internal Dinkes P2KB.

Lewat forum ini, dinas kesehatan berharap para penanggung jawab program di puskesmas dan fasilitas kesehatan lain memperbaiki kualitas pelaporan sekaligus memanfaatkan aplikasi yang sudah tersedia secara maksimal. Dukungan lintas sektor dan organisasi profesi seperti IBI disebut ikut menentukan terwujudnya data KIA yang lengkap dan valid.

Data yang lebih akurat diharapkan menjadi pijakan perencanaan dan pengambilan kebijakan kesehatan, terutama untuk meningkatkan layanan bagi ibu dan anak di Kabupaten Tuban. Tanpa pencatatan yang rapi, persoalan seperti keterlambatan rujukan atau ibu hamil yang luput dari pemantauan sulit dideteksi lebih awal.

Sumber

Artikel ini diolah dari laporan resmi Pemerintah Kabupaten Tuban.

  • Media: tubankab.go.id (Pemerintah Kabupaten Tuban)
  • Judul asli: Dinkes P2KB Tuban Evaluasi Program KIA, Fokus Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
  • Tanggal: 27 Oktober 2026
  • URL: https://tubankab.go.id/entry/dinkes-p2kb-tuban-evaluasi-program-kia-fokus-tekan-angka-kematian-ibu-dan-bayi
  • Foto: Dokumentasi Pemkab Tuban (watermark tubankab.go.id) — suasana monitoring dan evaluasi Program KIA Triwulan III 2026 di Aula Aster Dinkes P2KB Tuban

Baca juga

Lihat Semua