Berita · Info Kota
Tari NYLULEK Bawa Sandur Tuban Raih Juara Harapan I di Urban Roots Festival 2026
Karya tari NYLULEK yang mengangkat tokoh Wak Tangsil membawa Disbudporapar Tuban meraih Juara Harapan I Urban Roots Festival 2026 di Surabaya. Gamelan slendro dipadu beat hip-hop.

Juara Harapan I dari Surabaya
Kesenian Sandur Tuban kembali beroleh pengakuan tingkat provinsi. Lewat karya tari berjudul NYLULEK, Disbudporapar Kabupaten Tuban meraih Juara Harapan I pada Urban Roots Festival 2026.
Hasilnya diumumkan pada malam puncak Awarding Night yang digelar di Gedung Kesenian Cak Durasim, UPT Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, pada Jumat (30/10) malam.
NYLULEK mengangkat sosok Wak Tangsil, karakter ikonik dalam kesenian Sandur. Karya ini memadukan kekuatan tradisi dengan sentuhan seni urban. Wak Tangsil digambarkan sebagai figur tetua yang tetap lincah, kreatif, dan bersemangat meski usia terus bertambah.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menyebut capaian ini sebagai kebanggaan sekaligus dorongan untuk mengembangkan potensi seni daerah. Festival tingkat provinsi, menurutnya, membuka ruang bagi seniman Tuban memperkenalkan kekayaan tradisi lewat karya baru.
Tua-Tua Keladi
Gagasan NYLULEK berangkat dari ungkapan Jawa yang akrab di telinga: "Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi". Ungkapan itu dipakai untuk menggambarkan sosok yang tetap spontan dan gembira menjalani hidup seiring bertambahnya umur.
Penjelasan itu datang dari Plt. Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Tuban, Angel Pramitasari.
"Wak Tangsil merupakan salah satu karakter ikonik dalam kesenian Sandur Tuban. Sosoknya dikenal dengan tingkah yang jenaka, nyentrik, gecul, dan slengekan. Melalui NYLULEK, karakter tersebut kami interpretasikan ke dalam bahasa gerak tari yang lebih dinamis, tanpa meninggalkan ciri khas dan nilai-nilai tradisi yang melekat pada sosok Wak Tangsil," jelas Angel, Sabtu (31/10).
Di balik kelucuannya, kata Angel, tersimpan hal yang lebih serius. Banyolan tradisi dipakai sebagai jalan menyampaikan pesan kehidupan. Kecerdikan, pengalaman, dan kritik sosial yang halus ikut mengalir di dalamnya.
"Kelucuan dalam karya ini bukan sekadar untuk mengundang tawa. Ada nilai kehidupan yang ingin disampaikan bahwa kearifan tidak selalu harus hadir melalui petuah yang serius. Terkadang, pesan dan kebijaksanaan justru bisa disampaikan melalui banyolan, tingkah sederhana, dan interaksi yang dekat dengan kehidupan masyarakat," imbuhnya.
Gamelan Slendro Bertemu Hip-Hop
Salah satu hal yang membedakan NYLULEK ada pada musiknya. Gamelan bernada slendro diolah bersama unsur hip-hop. Komposisi orisinal ini menggali dua tradisi pertunjukan Tuban sekaligus, yakni Sandur dan Tayub.
Pola ritmik, gending, dan vokal khas tradisi dipadukan dengan irama beat hip-hop. Hasilnya nuansa musikal yang lebih segar tanpa kehilangan akar.
Menurut Angel, pendekatan itu membuktikan tradisi tidak harus selalu tampil dalam bentuk yang sama. Kekayaan budaya lokal bisa terus tumbuh lewat keberanian seniman melakukan eksplorasi.
"Pesan utama yang ingin kami sampaikan melalui karya ini terangkum dalam ungkapan, 'Rogoku oleh tuwo, tapi nyowo tetep nom. Tuwo mung umur, nanging nom semangate.' Raga boleh menua, tetapi jiwa tetap muda. Tua hanya persoalan usia, sedangkan semangat harus terus dijaga untuk bergerak, berkarya, dan merayakan kehidupan," ungkapnya.
Berkompetisi dengan 58 Peserta
Karya ini digarap Zebi Fagiyanti, S.Sn. sebagai koreografer, dengan komposisi musik oleh Dwi Tetuka, S.Sn.
Urban Roots Festival 2026 sendiri digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur pada 29–30 Oktober 2026, bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 58 peserta dari berbagai daerah ikut serta, lalu kurasi menyisakan 10 kelompok seni yang tampil di babak final.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, menyebut festival ini sebagai wadah bagi seniman lokal menggali potensi daerah tanpa meninggalkan akar budaya.
"Harapan kami adalah menemukan hasil-hasil penggalian kesenian lokal. Harus local pride, mereka harus berani menginovasikan tanpa meninggalkan akar budaya atau nilai-nilai luhur," ujarnya.
Bagi Pemkab Tuban, capaian ini diharapkan memancing lebih banyak pelaku seni menggali potensi budaya daerah. Dengan tetap berpijak pada tradisi, kesenian Tuban diharapkan makin dikenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Ronggolawe.
Sumber
- Media: Situs resmi Pemerintah Kabupaten Tuban (tubankab.go.id)
- Judul asli: Angkat Karakter Ikonik Sandur, Tari NYLULEK Antar Tuban Raih Juara Harapan I Urban Roots Festival 2026
- Tanggal terbit: 1 November 2026, 08.13 WIB
- URL: https://tubankab.go.id/entry/angkat-karakter-ikonik-sandur-tari-nylulek-antar-tuban-raih-juara-harapan-i-urban-roots-festival-2026
- Foto: Dokumentasi Pemkab Tuban (watermark tubankab.go.id) — kontingen Tuban berfoto bersama usai meraih Juara Harapan I melalui karya tari NYLULEK dalam Urban Roots Festival 2026 di Surabaya


